RSS

Bercak-bercak Kemajuan Teknologi Informasi dan Telemedia

31 Des

Malam ini adalah akhir tugas kalender 2008 diganti penanggalan 2009, untuk melayani catatan umat manusia dalam kurun waktu 12 bulan ke depan. Penanggalan Masehi memang milik semua orang. Beda dengan perhitungan Saka yang umumnya hanya dipakai orang-orang Jawa dan Hijriah yang menjadi milik ummat Islam.

Tanggal 1 Muharram dan 1 Syura setahu saya selalu bersamaan. Setiap menyongsong tahun baru Saka dan Hijriah , pada malam hari suasananya terasa sakral. Para sesepuh melakukan tirakat, mencuci benda-benda pusaka, wiridan, atau melaksanakan amalan, mendekatkan diri pada Dzat Kang Murbeng Dumadi.

Suasana sakral di 1 Syura dan 1 Muharram, setiap tahun memang masih kita rasakan. Namun, sendi-sendi religi dan magisnya terasa ada pergeseran. Nilai-nilai tradisi mencuat hanya sebatas permukaan, tanpa nafas budaya spiritual kecuali formalitas. Paling tidak itulah yang saya rasakan sepanjang beberapa tahun ini. Generasi penerus tradisi kebudayaan lokal, menampakkan kebimbangan, antara keyakinan magis-spiritual dan nilai-nilai budaya keturunan dengan kultur sosial yang dipengaruh perkembangan logika matematis dan intelegensi yakni peradaban teknologi telemedia dan informatika. Di mana seakan tiada lagi batasan ruang dan waktu.

Paradigma ini menimbulkan dilema yang makin tahun kian memojokkan budaya lokal (perilaku, pikiran dan spiritual). Nilai-nilai etika, estetika dan norma-norma tradisional meluncur drastis mendekati dasar yang kering tanpa makna, apalagi penghayatan yang diimplementasikan dalam keseharian. Alam metafisika lamban mereka cerna, sedangkan fakta fiksi yang mereka saksikan menyeret pola pikir mereka ke arah hedonisme dan apologis.

Pergeseran nilai budaya dalam masyarakat, memang ada positifnya. Disatu sisi bila mereka dulu sangat yakin dengan ajimat dan benda pusaka, kini sebagian mereka lebih cenderung memegang ajaran agamanya. Di sisi lain, jika ini terus berlanjut, bisa jadi lambat laun kesenian, permainan dan kebudayaan tradisional yang sarat dengan nilai-nilai akan musnah. Misalnya, macapat, pagelaran wayang, gobak sodor, pathelele, bersih desa, labuh pari, atau bahkan kebiasaan gotong royong membangun fasilitas umum.

Mari kita melihat, malam tahun baru 2009 ini, meskipun hujan secara sporadis mengguyur beberapa desa, namun ternyata jalan-jalan menuju pusat kota Trenggalek penuh kendaraan warga yang merayakan. Sementara jika kita mau mengawasi dengan jeli, di sudut-sudut tertentu, banyak bergerombol anak muda. Apa yang mereka lakukan? Miras! Bahkan 2-3 tahun yang lalu saya kerap memergoki dan menerima info dari teman-teman, bahwa anak-anak muda ini juga ngoplo. Umumnya, mereka adalah anak yang kurang berpendidikan tapi sering kerja keluar kota/negeri. Acara ulang tahun anak di pedesaan pada 20 tahun lalu tidaklah istimewa, namun kini meriah, malah cenderung meniru-niru yang ada di televisi atau vcd.

Dalam kehidupan sehari-hari, sangat terasa “revolusi” tradisi di kalangan warga Trenggalek. Ini berlangsung sejak awal-awal dibukanya kran pengiriman tenaga kerja kita keluar negeri. Dan bersamaan pula dengan mulai banyaknya siaran telivisi swasta berisi acara kualitas eksploitasi iklan dan beredarnya vcd dewasa bajakan. Lihatlah, bagaimana cara berdandan gadis-gadis desa sekarang, ditambah dengan telepon genggam yang ngetrend. Hampir tak ada lagi keluguan tersisa. Begitu pun dengan para perjakanya. Namun, masih untung tingkat produktivitas warga tidak mengalami penurunan. Sehingga, pergeseran kultur budaya tradisional tidak berpengaruh di sektor ekonomi. Budaya kerja keras, masih melekat.

Nah, Anda gak perlu heran bila menemukan remaja Trenggalek asal panggul, Munjungan atau desa lainnya, sekarang punya nama Afe Maria Stefany (afe=ave), Kristiano Ronaldo, Rafi Punjabi, Brian Adam Jordan (brian dibaca brian, bukan braen) ternyata dari keluarga muslim yang hidupnya pas-pasan. Sementara suatu saat kelak, nama-nama seperti Setu, Kemis, Leginah, atau Sulikah, akan hilang dari KTP.
 
24 Komentar

Ditulis oleh pada 31 Desember 2008 in Bukan Issu, Islam

 

Tag:

24 responses to “Bercak-bercak Kemajuan Teknologi Informasi dan Telemedia

  1. Cempakamelati

    24 Desember 2010 at 6:07 am

    Terima kasih kerana berkunjung ke blog saya.

     
    • jarandawuk

      24 Desember 2010 at 12:14 pm

      Saling berkunjung, sudah biasa untuk kita para blogger. Terima kasih iyaaa… semoga Allah Meridloi kita semua. Amien

       
    • jarandawuk

      29 Desember 2010 at 11:09 am

      @ Cempaka Melati: dikau selalu kunanti-nanti, dan daku kan selalu kunjungi Cempaka Melati. Insyaallah…

       
  2. Valter

    28 Desember 2010 at 6:59 pm

    Hello my friend, Happy New Year, thank you for your visit, Tuesday with happiness and peace. Hugs Valter.

     
  3. nurcahya

    8 Juli 2011 at 10:55 am

    Selamat siang kawan, terima kasih kunjungannya

     
    • jarandawuk

      8 Juli 2011 at 5:29 pm

      Thanks balik Gan… God bless you…

       
  4. Er'end

    8 Juli 2011 at 1:54 pm

    Benar Gan,kadang kita juga bingung dengan realita yang ada dan sedang kita hadapi sekarang.Untuk dilingkungan terkecil saja “keluarga kita” contohnya batasan “pamali” sudah terlindas dengan kemajuan tekhnologi,Semoga postinganmu sobat bisa sedikit merubah dunia dari keterpurukan,akhlak,amin.Nice post kawan!

     
    • jarandawuk

      8 Juli 2011 at 5:28 pm

      Pertama: terima kasih sudah bersedia mampir dan kasih komen, God bless you, Guys;
      Kedua: mudah-mudahan Allah SWT selalui menyertai kita semua….

       
  5. radi

    10 Juli 2011 at 1:03 am

    nice post.. salam kenal🙂

     
  6. ikhsan

    10 Juli 2011 at 7:06 am

    kunjungan pagi🙂

     
  7. Mas Nyoto

    11 Juli 2011 at 9:22 am

    berkunjung disini

     
  8. belajar menjadi BINTANG

    11 Juli 2011 at 9:40 pm

    :: TQ 4 ur kind of visit, nice greetings….^_^

     
    • jarandawuk

      14 Juli 2011 at 12:31 am

      Always share with you.. Kita adalah saudara.. God bless you Guys.

       
  9. Gaia

    11 Juli 2011 at 11:41 pm

    blog walking😉

     
  10. naughtyric

    12 Juli 2011 at 1:54 am

    wah lg ol lg ya gan, salam blogging🙂

     
  11. djnan

    13 Juli 2011 at 9:41 pm

    Waduh ternyata sampean ndue Blog WP toh Sob…. Mantabz….

     
    • jarandawuk

      14 Juli 2011 at 12:20 am

      Ini adalah blog saya kedua setelah di peperonity. Namun, baik yang di peperonity maupun di wordpress, sangat jarang saya update, sebab saya lebih familiar dengan Blogger. Thanks sudah shared di sini, Gan. Salam sahabat.

       
  12. nurcahyaku10

    21 Juli 2011 at 9:18 pm

    Selamat malam sahabat, terima kasih kunjungannya🙂

     
  13. bangjalduatiga

    21 Juli 2011 at 9:20 pm

    thank kunjungannya ke blog an egan

     
  14. Aa Monki

    22 Juli 2011 at 10:46 am

    Nice info nih.🙂

     
  15. Newscar

    24 Juli 2011 at 1:33 pm

    Saling berkunjung, sudah biasa untuk kita para blogger. di tunggu kunjungannya kembali🙂

     
  16. belajar menjadi BINTANG

    27 Juli 2011 at 11:15 pm

    :: Visiting here with smile, nice greetings….^_^

     
  17. ratriey triey

    14 Mei 2012 at 11:31 am

    I like this !

     
    • jarandawuk

      14 Mei 2012 at 12:15 pm

      Thanks for support.. I feel honored for your visit on my blog.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: